Kadang hidup terasa berat tanpa alasan yang jelas. Bukan karena tugas makin banyak, bukan juga karena masalah besar. Tapi entah kenapa hati gampang capek, pikiran berantakan, dan semangat turun perlahan. Padahal dari luar terlihat baik-baik saja.
Dalam Islam, hati itu punya “makanan” dan punya “obat.” Kalau tubuh lemas karena kurang makan, hati pun bisa lemah karena kurang ibadah. Karena sejatinya, ketenangan itu bukan cuma dari istirahat, tapi juga dari kedekatan dengan Allah.
Allah SWT berfirman:
“Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.”
(QS. Ar-Ra’d: 28)
Ayat ini seperti pengingat lembut bahwa hati manusia memang diciptakan untuk bergantung kepada Allah. Maka wajar jika hati menjadi kosong ketika hubungan dengan-Nya mulai renggang. Bukan berarti Allah meninggalkan kita, tapi mungkin kitalah yang sedang terlalu sibuk sampai lupa kembali.
Shalat, dzikir, membaca Al-Qur’an, dan doa bukan sekadar rutinitas. Itu adalah cara Allah menjaga hati kita tetap hidup. Ibadah bukan hanya kewajiban, tapi juga kebutuhan. Bahkan saat kita merasa “tidak punya tenaga untuk ibadah,” justru saat itulah kita paling membutuhkan ibadah.
Karena semakin jauh dari Allah, semakin mudah kita terseret oleh rasa cemas, overthinking, dan perasaan tidak cukup. Tapi semakin dekat dengan Allah, masalah tetap ada, hanya saja hati menjadi lebih kuat untuk menghadapi semuanya.
Kalau hari ini kamu merasa lelah, jangan cuma mencari tempat untuk bersembunyi. Carilah tempat untuk pulang. Dan tempat pulang terbaik seorang hamba adalah kembali kepada Allah.